L’ultradroite la plus radicale face aux juges: retour sur un procès hors norme
Le tribunal correctionnel de Paris a condamné six hommes, issus de la mouvance d’ultradroite pronazie, à des peines allant jusqu’à sept ans de prison pour un vaste trafic d’armes. Cinq d’entre...
Compte à rebours pour Duralex, en quête d’un repreneur industriel
Le compte à rebours est lancé pour Duralex. Placée en redressement judiciaire le 1er juin, la verrerie de La Chapelle-Saint-Mesmin (Loiret) est désormais engagée dans un plan de cession validé...
Jusqu’à –62 % de croissance pour les jeunes huîtres : la filière face au risque climatique
Des côtes normandes à la Méditerranée, les scientifiques décrivent une même dynamique : la multiplication et l’intensification des canicules marines désorganisent les écosystèmes et fragilisent...
Travaux au Palais Garnier : l’Opéra de Paris s’engage dans un marathon de modernisation
L’Opéra de Paris se prépare à l’une des plus longues interruptions de l’histoire du Palais Garnier. La scène de l’édifice inauguré il y a 151 ans sera fermée de 2027 à 2032, soit cinq ans au...
Île-de-France : le pass Navigo Annuel fait son entrée sur Android après deux ans de retard
Depuis le 2 juillet 2026, le pass Navigo Annuel franchit une nouvelle étape dans sa dématérialisation en arrivant sur les smartphones Android. Les abonnés franciliens dotés d’un forfait annuel...

Purbaya Yudhi Sadewa: Fundamental Ekonomi Kuat, Indonesia Tidak Menuju Krisis

05.07.2026


Pemerintah kembali menegaskan bahwa fundamental perekonomian Indonesia masih berada pada posisi yang dinilai kuat, dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta rasio utang tetap dalam batas aman. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, berbagai indikator makro menunjukkan tren perbaikan sehingga pemerintah memandang Indonesia tidak sedang menuju krisis. Penegasan ini disampaikan dalam sejumlah kesempatan pada awal Juli 2026, di tengah dinamika global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Purbaya menjelaskan, pemerintah menjaga stabilitas domestik melalui pengelolaan fiskal yang pruden, penguatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan efektivitas program-program prioritas nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi makro merupakan akumulasi dari aktivitas di tingkat akar rumput, sehingga bauran kebijakan diarahkan untuk memberi stimulus pada sektor riil agar manfaatnya lebih langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah juga memastikan inflasi tetap dalam kisaran terkendali, sementara pelemahan rupiah dinilai lebih dipicu sentimen pasar global ketimbang perubahan negatif pada fundamental ekonomi.

Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa defisit APBN dijaga tetap di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), sejalan dengan komitmen disiplin anggaran. Purbaya merinci, tahun lalu defisit berada di kisaran 2,81% PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah batas 3%. Rasio utang pemerintah disebut masih sekitar 40% terhadap PDB, level yang menurut pemerintah relatif aman dan pruden dibandingkan banyak negara lain. Stabilitas sistem keuangan juga dijaga melalui penguatan koordinasi di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Purbaya menambahkan, setiap kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto diputuskan melalui pembahasan bersama dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan kemampuan fiskal negara. Kementerian Keuangan secara rutin menyampaikan analisis risiko fiskal serta konsekuensi anggaran sebelum keputusan diambil, dengan tujuan menjaga kesinambungan keuangan negara. Sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disebut terus dievaluasi agar pelaksanaannya lebih efisien, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Pemerintah mengakui setiap program baru umumnya menghadapi tantangan di tahap awal, sehingga pengawasan dan penyempurnaan pelaksanaan menjadi fokus ke depan. Dengan kombinasi disiplin fiskal, dukungan terhadap kegiatan ekonomi riil, pengendalian inflasi, serta penguatan koordinasi otoritas sektor keuangan, Purbaya menilai landasan bagi prospek perekonomian Indonesia ke depan tetap solid meski tantangan global belum mereda.